Feeds:
Posts
Comments

Belajar HTML 2

::.. DATA SISWA KELAS XI IPA 4 ..::

Created by : Meyta Hana MERLYANA [14/ XI IA 4]

DATA SISWA KELAS XI IPA 4 SMAN 1 SIDOARJO
NO NAMA ALAMAT FOTO
1 Agatha Armadea Vashti Sidoarjo
2 Aisyah Farisa Caesaria Sidoarjo
3 Anissa Rizki Hendrayanti Sidoarjo
4 Dear Farah Sielma Sidoarjo
5 Deva Andriansyah Sidoarjo
6 Elizabeth Luna Kania A. Sidoarjo
7 Ester Febe Sidoarjo
8 Fahmi Rosyadi Sidoarjo
9 Fauziah Rahmawati Sidoarjo
10 Faza Anindita Sidoarjo
11 Imama Lavi Insani Sidoarjo
12 Jefry Arifandi Sidoarjo
13 Lailatul Maghfiroh Sidoarjo
14 Meyta Hana Merlyana Sidoarjo
15 Monica Bethari Primanesa Sidoarjo
16 M. Rizky Septrianto Sidoarjo
17 Nisyadea Bachara Putri Sidoarjo
18 Novita Sih Wilujeng Sidoarjo
19 Nur Arief Hidayatulloh Sidoarjo
20 Permata Putri Ismah A. Sidoarjo
21 Puspita Firdausah Sidoarjo
22 Putri Andiny Desmaniar Sidoarjo
23 Rizky Praditya Sidoarjo
24 Safira Rizky Damayanti Sidoarjo
25 Sarah Andriani Sidoarjo
26 Viona Ansila Domini Sidoarjo
27 Wildan Andaru Sidoarjo
28 Zain Amarta Sidoarjo
29 Zhanna Ovitha R. Sidoarjo
30 Aisyah Puspita Putri Sidoarjo

belajar HTML

SMAN 1 SDA


















Folklor Indonesia

Pengertian Folklor

Kata Folklor berasal dari bahasa Inggris yaitu Folk dan Lore.Kata Folk berarti sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik,sosial dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok sosial lainnya. Kata Lore merupakan tradisi dari Folk yaitu sebagai kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat.

Dengan demikian, pengertian folklor adalah bagian dari kebudayaan yang disebarkan dan diwariskan secara tradisional, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak Isyarat atau alat bantu pengingat.

Secara keseluruhan, Folklor merupakan istilah umum untuk aspek material,spiritual,dan verbal dari suatu kebudayaan yang disampaikan secara moral melalui pengamatan atau peniruan.

Ada 4 fungsi Foklor, antara lain :

  1. Foklor sebagai sistem Proyeksi, yaitu sebagai alat pencerminan angan-angan suatu kelompok.

  2. Foklor sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan

  3. Foklor sebagai alat pendidikan anak anak.

  4. Foklor sebagai alat pemaksa dan penggagas norma-norma agar masyarakat selalu mematuhinya.

Ciri-ciri pengenal utama Foklor,antara lain :

  • Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan yaitu melalui tutur kata dari mulut ke mulut dari satu generasi ke genersi berikutnya.

  • Bersifat tradisional yaitu disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar.

  • Berkembang dalam versi yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan penyebarannya secara lisan sehingga folklor mudah mengalami perubahan, akan tetapi bentuk dasarnya tetap bertahan.

  • Bersifat anonim artinya pembuatannya sudah tidak diketahui lagi.

  • Biasanya mempunyai bentuk berpola,kata-kata pembukannya misalnya “ menurut Sahibul Hikayat…(menurut yang empunya cerita)”

  • Mempunyai manfaat dalam kehidupan kolektif. Cerita rakyat misalnya berguna sebagai alat pendidikan,pelipur lara,protes sosial, dan cerminan keinginan terpendam.

  • Bersifat pralogis artinya memiliki logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum,terutama untuk folklor lisan.

  • Menjadi milik bersama (collective) dari masyarakat tertentu

  • Pada Umumnya bersifat lugu atau polos sehingga sering kali kelihatannya kasar atau terlalu sopan, karena merupakan proyeksi (cerminan) emosi manusia yang jujur.

Jan Harold Brunvand membagi Folklor menjadi 3 kelompok besar berdasarkan tipenya, yaitu :

  1. Folklor Lisan

  2. Folklor sebagaian lisan

  3. Folklor bukan lisan

  • Folklor Lisan

Foklor Lisan yaitu Folklor yang bentuknya murni lisan, Folklor jenis ini dikenal juga sebagai fakta mental (mentifact) yang meliputi sebagai berikut :

  1. Bahasa Rakyat, seperti logat bahasa (dialek),slang,bahasa tabu,anomatis,dan lain sebagainya.

Contoh :

Dialek Surabaya atau lebih sering dikenal sebagai bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Namun demikian penggunaan bahasa Jawa halus (madya sampai krama) di kalangan orang-orang Surabaya kebanyakan tidaklah sehalus di Jawa Tengah terutama Yogyakarta dan Surakarta dengan banyak mencampurkan kata sehari-hari yang lebih kasar.

Orang Surabaya lebih sering menggunakan partikel “rek” sebagai ciri khas mereka. Partikel ini berasal dari kata “arek”, yang dalam dialek Surabaya menggantikan kata “bocah” (anak) dalam bahasa Jawa standar. Partikel lain adalah “seh” (e dibaca seperti e dalam kata edan), yang dlam bahasa Indonesia setara dengan partikel “sih”.

Orang Surabaya juga sering mengucapkan kata “titip” secara /tetep/, dengan i diucapkan seperti /e/ dalam kata “edan”; dan kata “tutup” secara /totop/ dengan u diucapkan seperti /o/ dalam kata “soto”. Selain itu, vokal terbuka sering dibuat hambat, seperti misalnya: “kaya” (=seperti) lebih banyak diucapkan /koyo? daripada /k@y@/, kata “isa” (=bisa) sering diucapkan /iso/ daripada /is@/.

Beberapa kosa kata khas Suroboyoan:

      • “Pongor, Gibeng, Santap, Waso (istilah untuk Pukul atau Hantam);

      • “ae” berarti “saja” (bahasa Jawa standar: wae);

      • “gak” berarti “tidak” (bahasa Jawa standar: ora);

      • “arek” berarti “anak” (bahasa Jawa standar: bocah);

      • “mari” berarti “selesai”;(bahasa Jawa standar: rampung); acapkali dituturkan sebagai kesatuan dalam pertanyaan “wis mari tah?” yang berarti “sudah selesai kah?” Pengertian ini sangat berbeda dengan “mari” dalam Bahasa Jawa Standar. Selain petutur Dialek Suroboyoan, “mari” berarti “sembuh”

      • “mene” berarti “besok” (bahasa Jawa standar: sesuk);

“maeng” berarti tadi.

  1. Ungkapan tradisional, seperti pribahasa dan sindiran

Contoh :

No. Pribahasa ( Bhs.Jawa) Makna
1. Cebol nggayuh lintang ( kekarepan kang mokal bakal kelakon) Keinginan yang baik akan terlaksana
2. Emprit abuntut bedhug (Perkara sing maune sepele dadi gedhe) Perkara yang tadinya kecil menjadi besar
3. Endhas pethak ketiban empyak (wong kang bola-bali nemu cilaka) Orang yang sering tertimpa celaka
4. Kacang ora ninggal lanjaran (kebiyasakane anak niru wong tuwane) Kebiasaan anak meniru orang tuanya
5. Kaya banyu karo lenga (Wong kang ora bisa rukun) Orang yang tidak bisa rukun

  1. Pertanyaan tradisional yang dikenal sebagai teka-teki

Contoh :

  1. Urang sapikul matane pira ? (ana 6,Urang,sapi,kul)

  2. Sega sakepel dirubung tinggi,apa ? (salak)

  3. Ana gajah numpak becak,kethok apane ? (kethok mbujuke)

  4. Ngarep ireng,mburi ireng sing tengah methetheng,apa ? (wong mikul areng)

  5. Dikethok malah dhuwur,apa ? (celana)

  6. Kewan apa : sirahe ning sikil,mripate ning sikil,irunge ning sikil,cangkeme ning sikil,pokoke kabeh ning sikil ? (anak pitik kephindak)

  7. Pitik walik saba kebon. (nanas)

  8. Ana tulisan Arab. Macane saka ngendi? (saka alas)

  9. Yen cilik dadi kanca,yen gede dadi mungsuh ? (Geni)

  10. Lampu apa nek di pecah metu uwonge ? (Lampune toko sing lagi ditutup)

  1. Sajak dan puisi rakyat,seperti pantun dan syair.

Contoh :

Dhandhang Gula

Wardining kang sasmitajinarwi

Wruhing kukum iku wetekira

Adoh marang kanisthane

Pamicara Punika

Weh reseping sagung miyarsi

Tata krama punika

Ngedohaken penyendhu

Kagunan boga,dene kelakuan becik

Weh rahayuning anagga

  1. Cerita Prosa Rakyat,seperti mite,legenda dan dongeng.

Contoh : Ajisaka,Malin Kundang,Timun mas,keong mas,lutung kasarung,tanjung menangis, karang bolong,telaga bidadari,dll

AJI SAKA

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.

Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.

Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.

Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.

Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.

Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.

Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.

Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.

Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

  1. Nyanyian Rakyat

Contoh :

Daerah

Judul Lagu

Nanggroe Aceh Darussalam

Sumatera Utara

Riau

Sumatera Barat

Jambi

Jawa

Madura

Tidung, Kalimantan Timur

  • Folklor sebagian lisan

Folklor sebagian lisan merupakan campuran antara unsur lisan dan bukan lisan.Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial (sociofact), meliputi sebagai berikut :

  1. Kepercayaan dan takhayul

Contoh :

  • Kepercayaan sesajen di Bali

  • Takhayul tentang kunang kunang adalah kuku orang yang sudah meninggal

  • duduk di depan pintu sambil makan katanya gak dapet jodoh,dll

  1. Permainan dan hiburan rakyat setempat

Contoh : congklak, gasing, panjat pinang, engkle,dll

Permainan congkak

Permainan congkak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congkak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congkak atau buah congkak. Umumnya papan congkak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congkak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

  1. Teater rakyat

Contoh : Lenong,Ludruk,Wayang,dll

  1. Tari rakyat

Contoh : Tari Piring,Tari Kecak,Tari Jaipong,dll

  1. Adat kebiasaan

Contoh : Tumpengan,Gotong royong,dll

  1. Upacara Tradisional

Contoh :

  • Upacara Pesta Laut

  • Upacara Panjang Jimat (Muludan)

  • Upacara Mengandung Empat Bulan

  • Upacara Mengandung Tujuh Bulan / Tingkeben

  • Upacara Mengandung Sembilan bulan

  • Upacara Reuneuh Mundingeun

  • Upacara Kelahiran

  • Upacara Memelihara Tembuni

  • Upacara Nenjrag Bumi

  • Upacara Puput Puseur

Accera Kalompoang merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara ini adalah allangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan penimbangan salokoa (mahkota) yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini pertama kali dipakai oleh Raja Gowa, I

  1. Pesta Rakyat Tradisional

Contoh : Ondel-ondel

Salah satu bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat adalah ondel-ondel. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.

Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalarnnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki di cat dengan warna merah, sedang yang perempuan dicat dengan warna putih. Bentuk pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang terdapat di beberapa daerah lain.

Semula ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Dewasa ini ondel-ondel biasanya digunakan untuk menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat, misainya pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun. Betapapun derasnya arus modernisasi, ondel-ondel ternyata masih tetap bertahan dan menjadi penghias wajah kota metropolitan Jakarta.

  • Folklor bukan Lisan

Folklor bukan lisan yaitu yang bentuknya bukan lisan walaupun cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Folklor bukan lisan dibagi menjadi 2 yaitu material dan nonmaterial.

  1. Material

  • Arsitektur bangunan Rumah yang tradisional

Contoh : Rumah Joglo,Rumah Panjang,Rumah Panggung,dll

  • Seni kerajinan tangan tradisional

Contoh :

Seraong

Topi berbentuk lebar yang biasa digunakan untuk bekerja di ladang atau untuk menahan sinar matahari dan hujan. Kini banyak diolah seraong-seraong ukuran kecil untuk hiasan rumah tangga.

Bening Aban

Alat untuk memanggul anak yang hanya terdapat pada masyarakat suku Dayak Kenyah. Alat ini terbuat dari kayu yang biasanya dihiasi dengan ukiran atau dilapisi dengan sulaman manik-manik serta uang logam.

  • Pakaian dan perhiasan adat

  • Obat-obatan Tradisional

Contoh : Jamu Kudu Laos, Jamu Uyup-uyup/Gepyokan, Jamu Cabe Puyang, Jamu Kunir Asam

Jamu beras kencur

Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Bahan baku

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol

  • Makanan dan minuman khas daerah

Contoh :

No Daerah Makanan Minuman
1. Makassar Coto Makassar, palu basa, palu butung, palu mara, sop sodara, Mie Yanto, nyuknyang, jalangkote, putu, kacang disko, mie TiTi, pisang epe, ikan bakar, sop konro Es Palubutung, es pisang ijo
2. Malang Angsle, Bakwan Malang, Puthu Lanang, Rujak Cingur,Tahu Thek, Nasi Mawut, Cwie Mie Malang STMJ,Ronde,Es Mocca, Es Duren
3. Solo Timlo, Nasi Liwet, Garang Asem, Srabi Notosuman, Cabuk Rambak, Tengkleng, Selat Solo, Sate Buntel, Nasi Langgi, Sambel Tumpang, Tahu Kupat, Bakmi Ketoprak, Soto Gading, Gule Goreng, Roti Mandarin, Abon Varia, Intip Goreng, Bubur Kacang Ijo, Usus Goreng, Sosis Solo, Tongseng, Roti Kecik, Roti Semir, Semar Mendhem, Jadah Blondo, Karak, Tahu Acar, Ampyang, Carang Gesing Dawet Ayu, Wedang Dongo, Gempol Plered, Es Puter, Kawis Cao, Beras Kencur, Serbat
4. Tegal tahu aci, tahu pletok, pilus, kerupuk antor, kacang bogares, soto tauco, martabak lebaksiu, kerupuk mie, lengko teh poci, teh gopek, teh botol sosro, dawet beras&aci

  1. Nonmaterial

Yang termasuk folklor bukan lisan nonmaterial antara lain sebagai berikut :

  • Gerak Isyarat Tradisional

  • Bunyi Isyarat

Contoh : Kentongan (Jawa)

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.

Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?

Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.

Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.

1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan

2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.

Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.

Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan.

MEDIA PENGHUBUNG

Tingkat yang paling bawah dalam jaringan komunikasi adalah media yang digunakan untuk mengirimkan data. Media yang biasa digunakan dalam jaringan komputer terdiri dari teknologi kabel dan wireless

1. Media kabel

Media ini terdiri dari konduktor yang dilapisi jaket plastik. Media ini banyak digunakan untuk LAN. Media kabel mentransmisi sinyalnya menggunakan spektrum elektromagnet terendah misalnya listrik

2. Media tanpa kabel

Media ini bekerja pada frekuensi elektromagnet yang lebih tinggi misalnya gelombang radio, gelombang mikro dan sinar inframerah. Media ini banyak digunakan untuk jaringan komputer bergerak dengan jarak yang jauh.


FAKTOR PERTIMBANGAN MEDIA

Berikut ini faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk memilih media jaringan komputer :

Biaya

– Biaya investasi : yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan infrastruktur.

Biaya operasional: yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan peralatan.

– Spesialis jaringan harus mencari titik optimal antara biaya investasi dan biaya

operasional.

– Sebelum memutuskan jaringan macam apa yang akan dibangun, para spesialis harus

memahami dulu kebutuhan pengguna.

– Setelah itu memutuskan jaringan macam apa yang sesuai dengan kebutuhannya.

– untuk menghemat biaya investasi para spesialis jaringan memutuskan untuk membuat

jaringan komputer dengan memanfaatkan jaringan telepon. Keputusan semacam ini

tidak selalu benar karena bisa jadi jaringan telepon yang ada tidak andal (sering

drop). Sehingga memakan biaya operasional yang besar.

Instalasi-

Masing-masing media memiliki tingkat kesulitan instalasi yang berbeda

– Tidak semua media bisa ditangani oleh orang biasa. Sebagian membutuhkan peralatan

dan latihan, sebagian membutuhkan pengetahuan dan keahlian seorang spesialis.

– Misalnya kabel UTP relatif mudah sehingga bisa ditangani oleh orang awam.

– Sedangkan kabel serat optik membutuhkan penanganan oleh seorang ahli sebab untuk

menyambungnya saja memerlukan proses tusi secara elektris atau menggunakan proses

epoxy kimiawi.

– Instalasi akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya.

Kapasitas Bandwith

– Kapasitas media diukur dengan bandwidth yang satuannya adalah megabit per second

(Mbps).

– Dalam istilah komunikasi bandwidth adalah lebar frekuensi yang bisa dilayani oleh

suatu media, sedangkan dalam istilah jaringan komputer bandwidth adalah jumlah

bit yang dapat ditransmisikan melalui media setiap detik.

– Media yang kapasitasnya besar memiliki bandwidth yang tinggi sedangkan media yang

kapasitasnya kecil memiliki bandwidth yang rendah.

– Contohnya ethernet memiliki bandwidth 10 Mbps.

– Bandwidth yang tinggi akan meningkatkan keandalan jaringan, tapi panjang kabel

dan teknik sinyal dapat memperbaiki bandwidth kabel.

Redaman (Attenuation)

– Sinyal elektromagnet cenderung melemah selama transmisi.

– Fenomena ini disebut redaman (attenuation).

– fenomena ini terjadi karena sinyal tersebut diserap oleh media.Contoh yg sering

kita alami adalah dua orang saling berteriak dari jauh. Jika posisi kedua orang

tersebut semakin jauh maka suara yang terdengar semakin kecil.

– Hal ini menyebabkan sinyal tidak mampu mencapai tujuan dengan sempurna (pasti

mengalami degradasi) artinya sinyal yang sampai ke tujuan bukan 0 dan 1 lagi. Shg

bisa terjadi kesalahan komunikasi.

– Untuk menghindari hal ini penggunaan kabel jaringan jangan sampai melebihi batas

maksimum yang direkomendasikan.

Kekebalan terhadap interferensi elektromagnet

– Interferensi elektromagnet (IEM) disebabkan oleh gelombang elektromagnet dari

luar media.

– Biasanya disebut noise atau derau.

– IEM ini sedikit banyak akan mengganggu sinyal yang dikirim melalui media

transmisi dan mempersulit jaringan untuk menerjemahkan sinyalnya.

– Masing-masing media memiliki kemampuan yang berbeda untuk menghadapi IEM.

– Sebagian media lebih mudah diganggu IEM daripada yang lain.

– Semakin mudah suatu media diganggu IEM maka semakin mudah komunikasi melalui

media tersebut disadap. Shg keamanan komunikasi melalui jaringan tersebut tidak

terjamin.

JENIS-JENIS KABEL

salah satu media penghubung jaringan adalah kabel. Banyak sekali jenis-jenis kabel yang kita ketahui, pada kenyataannya terdapat beberapa jenis kabel yang dapat kita gunakan untuk membangun jaringan komputer. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

Kabel Twisted Pair

Kabel twisted pair terbagi dalam dua jenis, yakni Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP).

– Kabel twisted pair terdiri dari sepasang atau lebih dua kawat tembaga yang

dipilin untuk mentransmisi sinyal.

– Kabel ini sering digunakan untuk kabel telekomunikas

– Beberapa kawat tembaga yang dilalui sinyal yang diletakkan sejajar dalam jarak

yang dekat akan saling menginterferensi satu sama lain.

– Peristiwa semacam ini disebut crosstalk.

– Untuk mengurangi crosstalk dan interferensi yang berasal dari luar maka kawat

tersebut di twist yaitu di pilin dengan membentuk helix.

– Pemilinan kabel ini menghilangkan interferesi yang terjadi sekaligus melindungi

kabel dari noise yang berasal dari luar.


Sheilded Twisted Pair (STP)

– Satu-satunya perbedaan antara shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted

pair (UTP) adalah STP memiliki shield (pelindung) dari aluminium / poliester /

metal braid yang dililitkan antara bungkus luar dan kawat.

– 4-pasang kawat yang dikombinasikan dengan pelindung dan berupa kawat anyaman.

– Jika pelindung ini dihubungkan ke tanah dgn benar maka pelindung ini akan

menangkal interferensi electromagnet

– Hambatannya 150-Ohm

– Mengurangi terjadinya crosstalk EMI dan RFI

– Menghasilkan proteksi terbesar yang berlawanan dengan semua type interference

external dari UTP.

Kabel shielded Twisted Pair (STP) memiliki karakteristik sbb:

– Biaya : cukup mahal, lebih mahal daripada UTP dan kabel koaksial tapi lebih murah

daripada kabel serat optik.

– Instalasi : cukup sulit, lebih sulit daripada UTP karena diameternya lebih besar

daripada UTP dan lebih padat. Perlu membuat sambungan listrik ke tanah .

– Kapasitas bandwidth : Secara teori mampu melayani hingga 500 Mbps untuk tiap 100

meter panjangnya. Kenyataan dilapangan kecepatannya hingga 16 Mbps.

– Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub

terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node.

– Redaman : sama dengan UTP

– IEM : interferensi berkurang karena memiliki shield.

Unsheilded Twisted Pair (UTP)

UTP merupakan jenis kabel yang saat ini paling popular digunakan pada system jaringan LAN. Panjang maksimum kebel per segmen adalah 100 meter. UTP terdiri dari sepasang kabel tembaga terisolasi yang dipilin. Sesuai dengan namanya unshielded, tiap pasang kabel tersebut tidak memiliki pelindung.

– Kabel ini terdiri dari sejumlah pilinan kabel yang dibungkus plastik

– Kabel ini sering digunakan untuk sistem telepon.

– Dibuat dari pasangan kawat yang dipilin untuk membatsi signal yang mengalami

penurunan disebabkan oleh EMI and RFI

– Memiliki 4 pasang dengan ukuran kawat 22- or 24-gauge

– Memiliki impedansi 100 Ohms

– Kabel UTP dibagi menjadi beberapa peringkat kategori berdasarkan ukuran

penghantar, karakteristik listrik, banyak pilinan setiap satuan jarak.

Kabel UTP memiliki karakteristik sbb :

– Biaya : biaya instalasinya paling rendah daripada media transmisi lainnya.

– Instalasi : Kabel ini paling mudah diinstal. Untuk menginstalasi kabel ini perlu

sedikit pelatihan. Pemeliharaan kabel relatif sederhana.

– Kapasitas bandwidth : Support data dari 1 – 155 Mbps dengan jarak hingga 100

meter. Kecepatan data rata-rata adalah 10 Mbps.

– Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub

terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node.

– Redaman : mengalami redaman yang cepat oleh karena itu butuh repeater tiap 100

meter.

– IEM : mudah kena interferensi elektromagnet. Pilinan memang mengurangi crostalk

tapi tidak menghilangkan sama sekali. Mudah disadap.

Spesifikasi Kabel UTP

Keterangan Warna

OP : Oranye Putih

O : Oranye

HP : Hijau Putih

H : Hijau

BP : Biru Putih

B : Biru

CP : Cokelat Putih

C : Cokelat

Komponen penghubung Unshielded Twisted Pair

Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke Konsentrator, kita dapat menggunakan jack dan konektor RJ-45, yaitu sebuah konektor yang berisi 8 pin seperti terlihat pada gambar berikut. Sedangkan kabel kategori 1 dan 2 yang digunakan pada system jaringan telepon menggunakan konektor jenis RJ-11

Kabel Coaxial

Kabel Coaxial terdiri dari core yang dibuat dari tembaga berfungsi untuk mengirimkan data, dibungkus oleh Teflon yang merupakan isolator dalam, yang berfungsi sebagai pelindung dan grounding dari pengaruh interfrensi luar dan dibungkus oleh isolataror luar yang berupa kulit kabel.

Kabel Coaxial memiliki karakteristik sbb :

– Biaya : relatif tidak mahal, koaksial yg tipis lebih murah daripada STP atau UTP

Cat 5. Sedangkan koaksial yg tebal lebih mahal tapi masih lebih murah dari pada

serat optic.

– Instalasi : relatif mudah dan sederhana.

– Kapasitas Bandwidth : 10 Mbps

– Kapasitas Node : 30 node

– Redaman : lebih kecil daripada twisted pair. Kabel koaksial sanggup mentransmisi

sinyal ribuan meter.

– IEM : Mudah terserang IEM dan penyadapan. Tapi koaksial yg dibungkus memiliki

daya tahan terhadap efek IEM lebih baik.

Kabel Coaxial terdiri dari beberapa jenis, diantaranya :

Thin ( Thinnet)

Kabel thinnet merupakan kabel coaxial berukutan 0.25 inch, memiliki kemampuan transfer data dengan jarak maksimal 185 meter. Lebih dari jarak tersebut sinyal data akan melemah. Thinnet termasuk dalam keluarga RG-58 dan memiliki empedansi 50 ohm. Perbedaan utama jenis kabel coaxial pada keluarga RG-58 terletak pada kabel tembaga yaitu jenis stranded copper ( helaian tembaga) atau solid copper ( tembaga padat).

Thick ( Thicknet),

Kabel thicknet merupakan kabel coaxial yang lebih keras dan berdiameter kira-kira 0. inch, core yang dimiliki thicknet lebih tebal disbanding dengan core thinnet. Thicknet dapat membawa data lebih jaru disbanding dengan thinnet. Thicknet mampu sinyal sepanjang 500 meter. Karena memiliki kemampuan membawa data dengan jarak yang lebih jauh. Biasanya thicknet digunakan sebagai backbone untuk menghubungkan beberapa jaringan kecil berbasis thinnet

Komponen penghubung kabel Coaxial

Kabel Thinnet dan Thicknet menggunakan komponen penghubung yang disebut BNC ( British Naval Conector) untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer. Konektor BNC terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:

Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik berfungsi untuk mentransfer data dalam bentuk cahaya. Fiber optic tidak terpengarush interfrensi dan frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi. Hal ini berarti kabel fiber optik tidak bisa disadap dan data tidak tercuri. Kejadian tersebut bisa terjadi pada jenis kabel berbasi tembaga yang membawa data dalam bentuk sinyal elektronik. Fiber optic sangat baik digunakan untuk jaringan berkecepatan tinggi (100 Mbps sampai 1 Gbps), berkapasitas besar karena tidak melemahkan sinyal. Kabel optic terdiri dari sebuah silinder tipis dari bahan gelas yang dikenal dengan istilah core. Dibungkus oleh sebuah lapisan konsentris yang dikenal denga istilah cladding. Fiber terkadang dibuat dari plastik. Plastic lebih mudah untuk dipasang. Tatapi jangkuan pulsa cahayannya tidak dapat sejauh jika menggunakan bahan gelas.

Media Tanpa Kabel

Alternatif lain selain menggunakan media kabel untuk menghubungkan komputer dalam membangun sebuah jaringan adalah dengan menggunakan teknologi wireles.

Terdapat berbagai jenis teknologi wireless yang dapat diimplementasikan pada jaringan komputer yakni :

Gelombang Radio

Teknologi radio mengirimkan data melalui frekuensi radio dan dalam praktiknya tidak memiliki keterbatasan jarak. Dapat digunakan untuk menghubungkan LAN melalui jarak yang jauh. Transmisi radio biasanya mahal dan mudah terkena interfrensi elektromagnetik (EMI). Mudah disadap dan membutuhkan mekanisme enkipsi atau mekanisme lain yang dapat mengamankan proses pengiriman data.

Microwave

Pengiriman data microwave menggunakan frekuensi yang lebih tinggi untuk jarak yang lebih pendek dan jarak jauh. Keterbatasan dari teknologi ini adalah transmiter dan receiver harus saling terlihat satu dengan yang lain. Pengiriman microwave biasa digunakan untuk menghubungkan antar lan yang berada pada gedung yang terpisah, dimana penggunaan kabel tidak dimungkinkan. Microwave juga dapat dikembangkan pada pengiriman global dengan menggunakan satelit.

Infrared

Teknologi Infrared, yang bekerja dengan menggunakan sinar infrared untuk membawa data antar device sistem harus membangkitkan sinyal yang sangat kuat karena sinyal pengirimannya lemah. Metode ini dapat mengirimkan sinyal pada rate yang tinggi. Sebuah jaringan infrared secara normal dapat mengirim pada kecepatan 10 mbps. Keterbatasannya, hanya dapat digunakan pada jarak dekat. Jarak efektifnya 100 feet dan antara transmitter dan receiver tidak boleh ada penghalang.

Banyak sekali perangkat jaringan komputer, diantaranya addalah sebagai berikut :

Terminal

Terdapat lima jenis terminal dan keyboard adalah terminal yang umum dan paling populer.

Terminal Keyboard adalah terminal input yang sangat populer diantara pemakai komputer. User dapat menggunakan keyboard mengentri data, memberikan intruksi tertentu untuk menerbitkan laporan dsb.

  • Terminal Telephone Tombol : komputer juga dapat dilengkapi dengan alat respon audio. Dapat mengirimkan pesan yang dapat didengar oleh pemakai di telephone tombol. Penekanan tombol digunakan untuk mengirimkan data dan intruksi ke komputer.

  • Terminal Titik penjualan (point of sale) Kita juga dapat melihat bagaimana pembaca charakter optik digunakan pada pasar swalayan. Terminal ini menyediakan cara memasukan data transaksi ke dalam database pada saat penjuala (point of sale). Karena alasan tersebut terminal ini dinamakan terminal Point of sale (POS)

  • Terminal Pengumpul Data. Suatau jenis khusus terminal dirancang untuk digunakan oleh pekerja pabrik. Alat yang dikenal sebagai terminal pengumpul data (data collection terminal)  digunakan untuk mengumpulkan data, menjelasakan kehadiran dan kinerja kerja pegawai. Alat OCR digunakan untuk membaca charakter dan dokument yang menyertai pekerjaan yang berjalan di dalam pabrik.

  • Terminal khusus yaitu terminal yang dirancang khusus untuk keperlua tertentu seperti cash register  yang dilengkapi dengan tombol-tombol khusus. Satu tombol untuk satu jenis penjual

NIC (Network Interface Card)

Kartu jaringan atau Lan card dipasang pada setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan computer. Banyak jenis dan merk kartu jaringan yang tersedia di pasar, namun beberapa hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan yaitu type kartu ISA atau PCI dengan kecepatan 10 atau 10/100 Mbps, harus disesuaikan dengan tipe Ethernet HUB atau switching yang akan digunakan, jenis protocol dan jenis kabel yang didukungnya disamping itu juga mengesampingkan kwalitas produk. Komputer jenis terbaru tidak dilengkapi dengan slot ISA bahkan Network Interface umumnya merupakan Onboard system artinya sudah tersedia pada mainboard sehingga tidak perlu lagi dipasang Lan Card

Sesuai dengan besarnya tingkat kebutuhan akan jaringan komputer, sudah banyak mainboard komputer jenis terbaru dilengkapi kartu jaringan secara on board. Kwalitasnya bagus namun penulis berpendapat lebih baik menggunakan kartu jaringan yang terpisah. Salah satu keuntungannya adalah dapat memilih merk tertentu dan mudah diganti apabila terjadi kerusakan.

Hub atau Concentrator

Hub adalah perangkat jaringan yang terdiri dari banyak port untuk menghubungkan Node atau titik sehingga membentuk jaringan yang saling terhubung dalam topologi star. Jika jumlah port yang tersedia tidak cukup untuk menghubungkan semua komputer yang akan dihubungkan ke dalam satu jaringan dapat digunakan beberapa hub yang dihubungkan secara up-link.

Port yang tersedia biasanya sampai 8, 16, 24 atau lebih banyak sesuai kebutuhan Anda. Untuk kecepatan, Anda dapat menggunakan HUB 10 atau Switch 10/100. Sebaiknya menggunakan 10/100 karena dapat digunakan untuk jaringan berkecepatan maksimal 10 atau 100. Hub ada yang mendukung pemggunaan kabel coax yang menukung topologi BUS dan UTP yang mendukung topologi STAR. Namun type terbaru cenderung hanya menyediakan dukungan untuk penggunaan kabel UTP.

Konektor UTP (RJ-45)

Untuk menghubungkan kabel UTP diperlukan konektor RJ-45 atau sejenis jack yang bentuknya mirip dengan jack kabel telepon namun memiliki lebih banyak lubang kabel. Konektor tersebut dipasang di kedua ujung kabel dengan peralatan Tang khusus UTP. Namun jika belum bisa memasangnya, Anda dapat meminta sekaligus pemasang-an pada saat membeli kabel UTP

Kabel UTP

Ada beberapa jenis kabel yang digunakan dalam jaringan network, namun yang paling banyak dipakai pada private network/Local Area Network saat ini adalah kabel UTP.

Bridge

Bridge digunakan untuk menghubungan antar jaringan yang mempunyai protokol yang sama. Hasil akhirnya adalah jaringan logis tunggal. Bridge juga dapat digunakan jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda. Contoh jaringan yang menggunakan fiber obtik dengan jaringan yang menggunakan coacial.

Bridge mempelajari alamat tujuan lalulintas yang melewatinya dan mengarahkan ke tujuan. Juga digunakan untuk menyekat jaringan. Jika jaringan diperlambat dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat dibagi menjadi dua kesatuan yang lebih kecil.

Switch

Merupakan pengembangan dari konsep Bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store and forward. Switch cut-through mempunyai kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tijuannya, sedangkan switch store and forward merupakan kebalikannya. Switch ini menerima dan memeriksa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket merlukan waktu, tetapi proses ini memungkinkan switch mengetahui adanya kerusakan pada paket data dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Dengan Swith terdapat beberapa kelebihan karena semua segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh. Tidak terbagi seperti share network pada penggunaan Hub.

Cluster Control Unit

Cluster Control Unit  membangun hubungan antara terminal yang dikendalikannya  dengan perlatan-peralatan dan jaringan. Alat ini memungkinkan beberapa terminal berbagi satu printer atau mengakses beberapa komputer melalui jaringan yang bebeda. Cluster Control Unit dapat pula mengerjakan pemeriksaan kesalahan dan pengubahan kode.

Multiplexer

Saat beberapa terminal harus berbagi satu saluran pada saat yang sama, multiplexer dapat ditambahkan pada tiap ujung. Multiplexer adalah suatu alat yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan bebrpa pesan secara serentak. Penambahan multiplexer berdampak seperti mengubah jalan satu jalur menjadi jalur bebas hambatan dengan beberapa jalur.

Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul sofware yang benar didalam host.

Front-end Processor

Front-end Processor menangani lalulintas Jaringan komputer yang masuk dan keluar dari host komputer. Kedua komputer tersebut dapat merupakan jenis apapun, tetapi configurasi yang umum terdiri dari sejenis komputer mini khusus yang berfungsi sebagai front-end processor dan sebuah mainframe yang menjadi host.

Front-end Processor berfungsi sebagai unit input dari host dengan mengumpuklkan pesan-pesan yang masuk dan menyiapkan data bagi host. Front-end Processor juga berfungsi sebagai unit output dari host dengan menerima pesan-pesan untuk transmisi ke terminal.

Walau kecepatan transmisi antara saluran dan front end Processor  relatif lambat ( dalam banyak kasus bit-bit ditransmisikan secara serial ) kecepatan tarnsmisi front-end processor dengan host dapat berlangsung secara cepat ( beberapa bit ditransmisikan secara paralel).

Sebagian front-end processor melakukan message switching dengan mengatur rute (routing) pesan dari suatu terminal ke yang lain tanpa melibatkan host. Jika karena suatu hal terminal penerima tidak dapat menerima pesan (mungkin sedangan digunakan atau rusak) front-end processor dapat menyimpan pesan tersebut dalam penyimpanan sekunder dan mengirimkannya nanti. Kemampuan ini disebut simpan dan teruskan (store and forward).

Host

Host mengerjakan pemrosesan data untuk jaringan . Pesan-pesan yang masuk ditangani dengan cara yang sama dengan data yang di terima dari unit unit jenis apapun. Setelah pemrosesan pesan dapat ditransmisikan kembali ke front-end processor untuk routing.

Router

Router tidak mempunyai kemampuan untuk mempelajari, namun dapat menentukan path (alur) data antara dua jaringan yang paling eficien. Router beroperasi pada lapisan Network (lapisan ketiga OSI.). Router tidak mempedulikan topologi dan tingkat acces yang digunakan oleh jaringan.  Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Ia tidak dihalangi oleh media atau protokol komunikasi. Bridge mengetahui tujuan ahir paket data, Router hanya mengetahui dimana router berikutnya ditempatkan. Ia dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan protokol tingkat tinggi yang sama.

Jika paket data tiba pada router, ia menentukan rute yang terbaik bagi paket dengan mengadakan pengecekan pada tabel router. Ia hanya melihat hanya melihat paket yang dikirimkan kepadanya oleh router sebelumnya.

Brouter

Adalah yang menggabungkan teknologi bridge dan router. Bahkan secara tidak tepat seringkali disebut sebagai router multiprotokol. Walau pada kenyataannya ia lebih rumit dari pada apa yang disebut router multiprotokol yang sebenarnya.

Getway

Gateway dilengkapi dengan lapisan 6 atau 7 yang mendukung susunan protokol OSI. Ia adalah metode penyambungan jaringan ke jaringan dan jaringan ke host yang paling canggih. Gateway dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang mempunyai arsitektur berbeda misalnya PC berdasarkan Novell dengan jaringan SNA atau Ethernet

Modem

Satu-satunya saat modem tidak diperlukan adalah saat telephone tombol digunakan sebagai terminal. Semua saluran jaringan komputer lain memerlukan modem pada tiap ujungnya. Modem dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tertentu biasanya 300, 1200, 2400, 4800 atau 96000 bit per detik dan seterusnya kecepatan modem menentukan kecepatan transmisi data.

ADSL adalah type modem untuk penggunaan accses internet kecepatan tinggi. Umumnya modem ADSL merupakan integrasi  dari modem, firewall dan ethernet switch serta router dan mungkin juga dengan transiever. Modem ADSL bekerja pada frekwensi yang berbeda dengan  frekwensi yang digunakan dalam percakapan telephon sehingga saluran telephon dapat digunakan untuk percapapan bersamaan dengan penggunaan transmisi data melelalui modem ADSL.

Radio

Transmisi data juga dilakukan melalui frekwensi radio seperti yang digunalan pada jaringan perbankan, Travel, warnet. Peralatan ini masih dikuasai perusahaan penyedia layanan public (provider) seperti PT Lintas Artha, Indosat, Telkomsel. Fren. Untuk lingkup lebih kecil tersedia werless untuk pembuatan jaringan lokal tanpa kabel. Misalnya dengan Modem ADSL yang dilengkapi dengan werless router dapat digunakan untuk jaringngan lokal pada ruangan. Hanya saja kemampuan werles tidak dapat atau terganggu oleh partisi terutama partisi beton. sehingga tidak efektif digunakan untuk jaringgan lokal suatu perusahaan dimana client computer tersebar di dalam ruangan tertutup.

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.

Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada sistem LAN terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan: bus, star, dan ring. Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi topologi tree dan mesh yang merupakan kombinasi dari star, mesh, dan bus. Dengan populernya teknologi nirkabel dewasa ini maka lahir pula satu topologi baru yaitu topologi wireless. Berikut topologi-topologi yang dimaksud:

  1. Topologi Bus

  2. Topologi Ring (Cincin)

  3. Topologi Star (Bintang)

  4. Topologi Tree (Pohon)

  5. Topologi Mesh (Tak beraturan)

  6. Topologi Wireless (Nirkabel)

Topologi Bus

Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.

Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm).

GAMBAR: Prinsip Topologi Bus

  1. Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal.

  2. Wujud dari tap ini bisa berupa “kabel transceiver” bila digunakan “thick coax” sebagai media transmisi.

  3. Atau berupa “BNC T-connector” bila digunakan “thin coax” sebagai media transmisi.

  4. Atau berupa konektor “RJ-45” dan “hub” bila digunakan kabel UTP.

  5. Transmisi data dalam kabel bersifat “full duplex”, dan sifatnya “broadcast”, semua terminal bisa menerima transmisi data.

  6. Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD.

GAMBAR: Koneksi kabel-transceiver pada topologi Bus

Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada batasnya maka diperlukan “Repeater” untuk menyambungkan segmen-segmen kabel.

GAMBAR: Perluasan topologi Bus menggunakan Repeater

Kelebihan topologi Bus adalah:

  • Instalasi relatif lebih murah

  • Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya

  • Biaya relatif lebih murah

    Kelemahan topologi Bus adalah:

  • Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal

  • Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit

  • Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.

Topologi Ring Cincin)

Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.

  • Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya “satu arah”.

Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin :

penyelipan data, penerimaan data, dan pemindahan data.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Ring

  • Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahan lainnya.

  • Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin.

  • Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya (mungkin akibat salah alamat). Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran. Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan diserap oleh “terminator”.

  • Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin adalah “repeater”, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin.

  • Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data berlangsung pada jaringan cincin sering disebut token-ring.

  • Kemungkinan permasalahan yang bisa timbul dalam jaringan cincin adalah:

    • Kegagalan satu terminal / repeater akan memutuskan komunikasi ke semua terminal.

    • Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan terhadap jaringan, terminal baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua terminal tetangganya

Topologi Star (Bintang)

Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.

  • Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.

  • Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai pengendali tetapi bisa juga berupa “HUB” atau “MAU” (Multi Accsess Unit).

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Star

  • Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.

  • Simpul pusat beroperasi secara “broadcast” yang menyalurkan data ke seluruh arah. Pada operasi ini walaupun secara fisik kelihatan sebagai bintang namun secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. Alternatif ini menggunakan HUB.

  • Simpul pusat beroperasi sebagai “switch”, data kiriman diterima oleh simpul kemudian dikirim hanya ke terminal tujuan (bersifat point-to-point), akternatif ini menggunakan MAU sebagai pengendali.

  • Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologi Bintang namun secara logis bertopologi Bus. Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang.

  • Kelebihan topologi bintang :

    Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.

    Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.

  • Kelemahan topologi bintang:

    Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi

    Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat

Topologi Tree (Pohon)

Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Tree

  • Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut “headend”. Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.

  • Ada dua kesulitan pada topologi ini:

  • Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
  • Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.

Topologi Mesh (Tak beraturan)

  • Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Topologi ini biasanya timbul akibat tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan.

  • Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.

GAMBAR: Prinsip Koneksi Topologi Mesh

Topologi Wireless (Nirkabel)

Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk pengembangan LAN tradisional karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan dsb. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya WLAN, WaveLAN, HotSpot, dsb.

Model dasar dari LAN nirkabel adalah sbb:

GAMBAR: Prinsip LAN Nirkabel

  • Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic Service Set (BSS), yang terdiri atas sejumlah station / terminal yang menjalankan protokol yang sama dan berlomba dalam hal akses menuju media bersama yang sama.

  • Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu sistem distribusi backbone melalui titik akses (Access Point).

  • Protokol MAC bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol melalui suatu fungsi kordinasi sentral yang berada dalam titik akses.

  • Suatu Extended Service Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang dihubungkan melalui suatu sistem distribusi.

Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya digambarkan sebagai berikut:

GAMBAR: Koneksi Jaringan Nirkabel

  • Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN berkabel backbone, seperti “Ethernet” yang mendukung server, workstation, dan satu atau lebih bridge / router untuk dihubungkan dengan jaringan lain. Selain itu terdapat modul kontrol (CM) yang bertindak sebagai interface untuk jaringan LAN nirkabel. CM meliputi baik fungsi bridge ataupun fungsi router untuk menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan induk. Selain itu terdapat Hub dan juga modul pemakai (UM) yang mengontrol sejumlah stasiun LAN berkabel.

  • Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk menghubungkan LAN pada bangunan yang berdekatan.

Syarat-syarat LAN nirkabel :

  • Laju penyelesaian: protokol medium access control harus bisa digunakan se-efisien mungkin oleh media nirkabel untuk memaksimalkan kapasitas.

  • Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel multipel.

  • Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke jaringan LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel.

  • Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter.

  • Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan mampu menyediakan sistem pengamanan terutama penyadapan.

  • Teknologi LAN nirkabel:

  • LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah ruangan karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak tembus cahaya.

  • LAN gelombang radio : terbatas dalam sebuah kompleks gedung, seperti bluetooth, WiFi, dan HomeRF.

  • LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial, scientific, medical) yang tidak memerlukan lisensi.

  • Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada frekuensi gelombang mikro yang tidak termasuk dalam spektrum penyebaran.